|
Jumat, 17 April 2020 - 19:50:11 WIB
|
Balunijuk—Sebagai wujud kepedulian terhadap upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Program Studi Agribisnis Universitas Bangka Belitung (UBB) membagikan 70 paket masker dan pembersih tangan (hand sanitizer) gratis di Desa Balunijuk, pada Jum'at (17/4/2020).
Covid-19 merupakan jenis penyakit menular yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 yang berasal dari keluarga virus corona (CoV). Gejalanya hampir menyerupai gejala flu pada umumnya, namun dampak yang ditimbulkan lebih parah dari flu, yakni kematian. Penyebaran yang cepat menjadikan penyakit ini tidak terhenti hanya di Cina, melainkan meluas ke negara-negara lain termasuk Indonesia. Hal ini menjadikan banyak instansi maupun organisasi melakukan aksi sosial, tidak terkecuali Program Studi Agribisnis Universitas Bangka Belitung.
Berawal dari inisiatif Kepala Laboratorium Program Studi Agribisnis, Iwan Setiawan, S. P., M. Si., pembagian paket ini menjalin kerja sama antara dosen dan Himpunan Mahasiswa Agribisnis (Himagris). Akan tetapi, edaran Study From Home (SFH) dari pihak kampus menjadikan kebanyakan mahasiswa kembali ke kampung halamannya, sehingga hanya ada 4 mahasiswa yang berkesempatan mewakilkan mahasiswa lainnya untuk turut berkontribusi dalam kegiatan tersebut, antara lain Imam Hanafi, Ipan Guspian, Naimudin, dan Sumarko.
Tiap paket yang dibagikan berisikan 4 lembar masker kain dan 1 botol pembersih tangan berukuran 60 mililiter. Dibagikan kepada masyarakat luar kampus, tepatnya masyarakat yang memiliki usaha di bidang barang maupun jasa, paket tersebut diharapkan dapat melindungi masyarakat dari virus yang kemungkinan terpapar oleh konsumen saat melakukan transaksi jual-beli.
Novyandra Ilham Bahtera, S. E., M. Sc., selaku dosen yang turut bertanggung jawab mendampingi Iwan dalam pelaksanaan kegiatan, menerangkan, "Pandemi corona menjadikan perkuliahan tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya, sehingga kami menginisiasi aksi sosial ini, dimana notabenenya masih berhubungan dengan salah satu materi perkuliahan, yakni socio-entrepreneur."
Socio-entrepreneur atau wirausahawan sosial sendiri diartikan sebagai seseorang yang mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan kewirausahaan untuk melakukan perubahan sosial, terutama meliputi bidang kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa tidak semua bisnis berorientasi pada profit. Beberapa bisnis berorientasi pada non-profit, salah satunya adalah bisnis yang dilakukan oleh Program Studi Agribisnis berupa pembagian paket masker dan pembersih tangan ini.
"Untuk masker, kami membelinya dari salah satu mahasiswa kami yang mempunyai usaha garmen. Lalu untuk hand sanitizer, kami mendapatkannya dari hasil kerja sama dengan pengurus Laboratorium Program Studi Kimia UBB yang kebetulan mempunyai produk Pekan Kreativitas Mahasiswa-Penelitian (PKM-P) berupa hand sanitizer," tambah Novyandra.
Melalui kegiatan ini, Iwan berharap, "Saya mewakili Civitas Akademika Program Studi Agribisnis berharap melalui bantuan ini bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, khususnya masyarakat Desa Balunijuk. Adapun bantuan berupa masker dan hand sanitizer yang dibagikan diharapkan dapat mencegah penularan Covid-19 yang saat ini tengah melanda masyarakat. Selain itu, diharapkan pula dapat memberi kesan yang baik atas keberadaan Program Studi Agribisnis UBB yang mampu menjadi garda terdepan dalam mendorong munculnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sehingga terhindar dari penyakit, terlebih Covid-19. Pada gilirannya nanti, saya pun berharap keberadaan Universitas Bangka Belitung mampu membuktikan eksistensinya di hadapan masyarakat sebagai universitas yang unggul membangunan peradaban."
(Red/Annisa Pradnya Paramitha)