Masalah Pencemaran Bau Kotoran Ternak, Dosen Agribisnis dan Biologi UBB serta Dosen Peternakan UNJA Berikan Solusi melalui Teknologi Probio_FM
|
Kamis, 19 September 2019 - 08:05:02 WIB
|
Universitas Bangka Belitung berupaya meningkatkan peran sertanya dalam pemberdayaan masyarakat melalui kinerja dosen dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dibuktikan tiga dosen pengabdi: Rufti Puji Astuti, S.Pt., M.Si.; Dr. Evahelda, S.T.P., M.Si., dan Nur Annis Hidayati, S.Si., M.Sc. melalui kegiatan pengabdian program kemitraan masyarakat (PKM), telah memperkenalkan Teknologi Probio_FM untuk mengatasi masalah pencemaran di lingkungan kandang.
Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah berlangsung sejak Mei 2019 dan masih terus dilanjutkan hingga akhir September 2019. Adapun masyarakat sasaran yang dilibatkan langsung dalam kegiatan adalah Kelompok Tani Saling Gumilang, Desa Lubuk Lingkuk, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian mendapat dukungan langsung dari Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Tengah, melalui peran aktif petugas penyuluh lapangan (PPL) maupun dokter hewan di lokasi pengabdian dalam kegiatan demonstrasi pelatihan pembuatan Probio_FM F3 pada 18 juli 2019. Kegiatan pengabdian juga mendapat dukungan penuh dari Universitas Jambi, tidak hanya mendukung dalam pengiriman bahan dasar, kehadiran dosen Universitas Jambi yaitu Dr. drh Fahmida manin M.P. selaku pakar teknologi Probio_FM mampu “menghipnotis” masyarakat untuk semakin yakin dan bersemangat mengikuti pelatihan.
Berbicara mengenai usaha pengembangan ternak sapi tentunya tidak terlepas dari masalah limbah kotoran ternak. Berbagai upaya dilakukan untuk mencoba mengurangi dampak dari limbah kotoran ternak, diantaranya melalui pengolahan limbah menjadi pupuk kompos dan biourin. Namun sayangnya, tidak semua peternak mau dan mampu mengolah limbah menjadi pupuk kompos dan biourin. Pengolahan limbah menjadi pupuk biasaya dilakukan oleh peternak dengan jumlah kepemilikan ternak lebih dari 4 ekor. Jika jumlah kepemilikan ternak hanya 1-2 ekor biasanya limbah tidak diolah. Pengolahan limbah menjadi pupuk dinilai belum sepenuhnya memberikan solusi untuk mengatasi pencemaran bau di lingkungan kandang. Pengolahan pupuk kompos yang dilakukan 3 bulan sekali menyebabkan tumpukkan limbah masih terjadi dan pencemaran bau di lingkungan kandang tidak terhindarkan.
Tim pengabdi memperkenalkan teknologi Probio_FM untuk mengatasi masalah pencemaran bau di lingkungan kandang. Dengan teknologi Probio_FM peternak diajarkan cara mengatasi bau di lingkungan kandang melalui perbaikan kualitas pakan dan minum sehingga kotoran ternak yang dihasilkan secara langsung sudah tidak bau. Artinya, jika kegiatan pengolahan pupuk dilakukan 3 bulan sekali, adanya tumpukan kotoran ternak tidak menjadi masalah lagi. Selama 5 bulan terakakhir tim pengabdi mendampingi kelompok Saling Gumilang untuk mengolah pakan berbasis teknologi Probio_FM dan mengaplikasikannya pada ternak sapi. Hasil evaluasi dan pengawasan yang telah dilakukan menunjukkan adanya penurunan bau kotoran ternak di lingkungan kandang. Tidak hanya itu, penggunaan teknologi Probio_FM selain mampu mengatasi masalah pencemaran bau di lingkungan kandang, juga menjadikan cara budidaya ternak sapi menjadi mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja baik masyarakat pedesaan maupun perkotaan. Keuntungan selanjutnya dari penggunaan teknologi Probio_FM adalah peternak jadi mandiri karena produk ini tidak dikomersilkan tetapi terbuka bagi siapa saja peternak yang berminat untuk menggunakannya akan diajarkan untuk membuat sendiri. Tujuan utamanya agar penggunaan teknologi Probio_FM secara berkelanjutan oleh peternak sekaligus juga dapat membangun peternak yang mandiri dan berdaya.
(Rufti Puji Astuti)