Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Bangka Belitung V yang diadakan di Kabupaten Bangka Tengah, pada Kamis, 22 November 2018 hingga Senin, 3 Desember 2018, menjadi ajang unjuk diri bagi Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Universitas Bangka Belitung. Adalah Eriko Purnama berhasil menyabet sebuah medali perunggu dari cabang olahraga karate kategori kumite putra (76-84 Kg).
Mahasiswa kelahiran Toboali, 19 Maret 2000 ini mengaku bahwa dirinya telah mempersiapkan diri menghadapi pertandingan sejak satu tahun sebelumnya. Kendati demikian, banyak kendala yang harus ia hadapi, baik dari segi internal maupun eksternal kampusnya, yang mengakibatkan dirinya kurang fokus dalam meningkatkan intensifitas latihan.
Dari segi internal, kendala muncul akibat jarak antara kampus dengan tempat latihannya yang terbilang jauh. Jarak ini membuat waktu latihan yang harusnya enam kali seminggu menjadi dua kali seminggu. Sedangkan dari segi eksternal, kendala muncul akibat partisipasi aktif dirinya dalam mengikuti kegiatan-kegiatan kampus dan non-kampus, serta perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan oleh berbagai instansi. Beruntungnya, partisipasi tersebut berbuah manis. Tantangan yang ia hadapi malah mendongkrak pamornya sebagai mahasiswa berprestasi di angkatannya: angkatan 2017.
Adapun sejumlah prestasi yang berhasil ia toreh selama berstatus sebagai mahasiswa aktif dari Program Studi Agribisnis Universitas Bangka Belitung ialah Juara I Kejuaraan Nasional Karate Universitas Negeri Jakarta Tingkat Nasional Tahun 2017, Juara 3 Pemilihan Bujang Dayang Kabupaten Bangka Selatan Tingkat Kabupaten Tahun 2017, Juara 3 Lomba Tata Guna Daur Ulang Forum Mahasiswa Bidik Misi Tingkat Universitas Bangka Belitung Tahun 2017, Juara 2 Man of Bangka Belitung Tingkat Provinsi Tahun 2018, Juara 3 Kejuaraan Daerah Karate Do-Forki Cup II Tingkat Provinsi Tahun 2018, Finalis Duta Pengawasan Pemilihan Umum Partisipatif Tingkat Provinsi Tahun 2018, Finalis Duta Wisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tingkat Provinsi Tahun 2018, serta Juara 3 Pekan Olahraga Provinsi Bangka Belitung V ini.
Selain kaya akan prestasi, ia juga kaya akan motivasi. Saat ditanyai alasannya mengikuti PORPROV, ia berujar, “Saya termotivasi menjadi atlet profesional. Dan, salah satu jalannya adalah memenangkan POPROV ini. Barulah kemudian saya bisa tanding di PRAPON, lalu PON.”
Tidak hanya Eriko, Lita Lizara pun turut menoreh prestasinya. Gadis berparas ayu yang lahir di Muntok, 25 Juni 1998 ini merupakan mahasiswa aktif angkatan 2016 yang berhasil menyabet tujuh buah medali dari cabang olahraga catur dengan berbagai kategori, antara lain medali emas catur cepat perorangan putri, medali perak catur kilat meja satu perorangan putri, medali perak catur standar meja satu perorangan putri, medali perunggu catur cepat meja dua perorangan putri, medali perak catur cepat beregu putri, medali perak catur standar beregu putri, dan medali perunggu catur kilat beregu putri.
Tentu bukanlah perkara yang mudah bagi Lita untuk menyabet medali-medali tersebut. Sama halnya dengan Eriko, banyak kendala yang membuat dirinya merasa sedikit kewalahan. Waktu tiga bulan yang ia gunakan untuk berlatih terasa kurang untuk menghadapi lawannya yang semakin tangguh di pertandingan. Hal ini memaksanya untuk terus berkonsentrasi pada pertandingan dan melewatkan persiapan ujian akhir semesternya yang bertabrakan dengan agenda pertandingan.
“Indeks prestasi yang saya peroleh di semester ini sempat mengalami penurunan dikarenakan fokus saya yang terbagi antara pertandingan dengan persiapan ujian. Untungnya, pengorbanan saya tidak sia-sia. Sebab, saya berkesempatan untuk bertanding di PRAPON yang nantinya akan diselenggarakan di Medan,” jelasnya.
Dan, tidak tanggung-tanggung, berselang beberapa waktu dari PORPROV, ia kembali menoreh prestasi bagi Agribisnis sebagai 2nd Best Girl Asian Chess Challenger (GACC) Inter-Varsity Championship 2019, kategori catur cepat beregu, yang diselenggarakan di Universiti Malaya, Malaysia.
Terkait kiat-kiat meraih kesuksesan, ia berujar, “Sebelum bertanding, pastinya berdoa terlebih dahulu. Kemudian, meminta restu orang tua, mengikuti latihan dengan konsentrasi, dan menjaga kesehatan melalui istirahat yang cukup.”
Dengan prestasi-prestasi yang telah ditorehkan oleh Eriko dan Lita ini, diharapkan kepada mahasiswa Agribisnis lainnya, baik yang belum pernah memulai maupun yang telah memulai dan merasakan gagal, agar dapat menggali potensi yang ada di dalam diri mereka, sehingga mereka memiliki modal untuk menunjang masa depan. Kuncinya adalah percaya pada diri sendiri sekalipun orang lain tidak. Sebab, untuk menjadi maju tidak harus dimulai dengan mampu, melainkan mau.
(Annisa Pradnya Paramitha)