Inovasi Rehabilitasi Lahan Pasca Tambang Timah di Bangka Belitung
Lahan pasca tambang timah sangat melimpah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Salah satunya banyak terdapat di wilayah Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Namun, untuk saat ini belum ada yang memanfaatkan lahan pasca tambang timah ini dengan seoptimal mungkin. Banyak sekali fenomena yang terjadi di lahan pasca tambang timah. Diantaranya yaitu kerusakan struktur topografi dengan terbentuknya kolam akibat galian tambang atau yang di kenal dengan istilah “kolong” ataupun “lobang camuy”. Fenomena lainnya adalah berkurangnya kawasan hijau, rusaknya lahan pertanian dan perkebunan dikarenakan menurunnya kualitas tanah. Kerusakan ini juga telah menimbulkan berbagai bencana seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, dan konflik sosial di masyarakat. Lahan pasca tambang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai areal pertanian dalam upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi dan mengatasi persoalan lingkungan pasca penambangan. Lahan pasca tambang dapat dijadikan lahan pertanian terintegrasi yang terdapat korelasi antara ternak dan tanaman. Selain hal itu, kolam yang terbentuk akibat galian tambang dapat di manfaatkan yakni sebagai kolam budidaya ikan air tawar.

