artikel lengkap |
 
   
 
Masuk Halaman Artikel Agribisnis
Artikel & Opini Universitas Bangka Belitung

Pers dan Pesta Demokrasi


Dalam hitungan bulan pesta demokrasi lima tahunan akan segera tiba. Tepatnya 9 April 2014 rakyat sebagai pemegang kedaulatan akan memilih siapa wakilnya untuk duduk di legislatif dari tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten/kota. Pada tahapan berikutnya, orang nomor satu negeri ini pun akan dipilih secara langsung oleh rakyat.

Jauh sebelum hari pencoblosan tiba, semua caleg, apakah itu di pusat atau daerah, termasuk yang merasa dirinya layak untuk menjadi Presiden dan Wakil Presiden sudah memperkenalkan dan mensosialisasikan diri kepada masyarakat dengan berbagai cara. Ada yang memperbanyak spanduk dan memasangnya disepanjang jalan dan pusat-pusat kota, ada yang menggelar aksi sosial ketika ada masyarakat yang tertimpa musibah/bencana, adapula yang memasang iklan di media massa maupun elektronik dengan menunjukkan segala “kebaikan dan kemampuan” yang dimilikinya untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik kedepan.

Pers “Berpolitik”
Bagaimana posisi pers dalam Pemilu 2014 ? Posisinya jelas harus sesuai dengan fungsi pers dalam Pasal 3 UU Pers, yaitu sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Menjelang pemilu April nanti, pers memegang peran strategis untuk turut serta mensukseskannya. Pertama, media harus menjadi sarana informatif yang sehat dan tidak menyesatkan apalagi memihak salah satu partai atau calon yang berakibat mengebiri partai atau calon yang lain. Sedikit banyak, pilihan masyarakat terhadap caleg atau calon presiden yang akan dipilihnya nanti juga ditentukan bagaimana informasi tentang track record para kandisasi yang bertarung dalam pemilu, termasuk kemasan-kemasan iklan yang ditampilkan.

Berikan informasi yang berimbang dan tidak memihak, serta porsi iklan politik yang sesuai dengan aturan. Salahsatunya Surat Keputusan KPI Nomor 45 Tahun 2014 tentang Petunjuk Pelaksanaan Terkait Perlindungan Kepentingan Publik, Siaran Jurnalistik, dan Pemilihan Umum. Setiap hari kita melihat tayangan iklan politik yang jelas belum waktunya beredar. Media harus tetap berdiri di atas kaki idelismenya, meskipun butuh profit. Jika tidak, maka penguasaan modal akan menjerumuskan media pada kepentingan bisnis dan terpilihlah pemimpin-pemimpin yang hanya punya modal dan miskin kemampuan apalagi pengabdian.

Kedua, fungsi pers sangat penting untuk turut serta memberitakan atau mengemas acara-acara yang mencerahkan dan mendidik masyarakat terkait pentingnya pemilu dan bagaimana tata cara pencoblosan dibilik suara. Kolom-kolom media massa atau acara-acara hiburan bertema cerdas memilih yang menyasar pemilih pemula akan sangat membantu untuk mensosialisasikan pemilu 9 April nanti. Pendidikan sadar politik tidak hanya untuk pencoblos, tetapi juga untuk para kontestan partai dan caleg agar bersaing dengan santun, tidak anarkis dan saling mencurangi, serta taat hukum.

Ketiga, kontrol sosial. Pers sesuai posisinya sebagai pilar demokrasi yang keempat, berperan untuk melakukan kontrol sosial, termasuk jalannya pesta demokrasi. Beritakan semua kecurangan yang terjadi, jangan pilih-pilih. Tidak hanya mengontrol para kandidat yang bertarung, namun penyelenggara pemilu juga tidak boleh lepas dari pengamatan agar tetap menjaga independensinya.

Mampukah media menjalankan fungsinya di atas menjelang sampai pasca pemilu nanti? Jawabannya bisa ya dan bisa tidak. Tergantung bagaimana pers memposisikan dirinya.

Sulit untuk mengatakan tidak ketika pers mulai bergumul dengan kepentingan bisnis dan profit sebagai orientasi ditengah persaingan media yang ketat saat ini. Belum lagi para pemilik media yang berpolitik, tentu cukup sulit untuk berada diantara independensi dan kepentingan politiknya. Namun, publik tentu masih punya harapan bahwa jawabannya pers masih “bisa” menjalankan fungsinya tersebut dengan baik, sehingga masyarakat masih punya punya pilar demokrasi yang dapat dipercaya. Sehingga tema hari pers nasional tahun ini, yaitu “Pers Sehat, Rakyat Berdaulat” dapat betul-betul terwujud ditahun politik ini. Selamat Hari Pers…

OPINI BANGKAPOS, 10 FEBRUARI 2014







Penulis : Dwi Haryadi
Dosen FH UBB dan Aktif di Ilalang Institute





Dikirim oleh Dwi Haryadi
Tanggal 2014-02-12
Jam 09:25:12



Baca Artikel Lainnya :


Baca Berita :
 
 
       

 

 

 

 

 

 

Kembali ke Homepage Website Program Studi Agribisnis FPPB Universitas Bangka Belitung Homepage Agribisnis
Masuk Halaman Artikel Agribisnis
Masuk Halaman Berita Agribisnis