Berita Agroteknologi FPPB Universitas Bangka Belitung :: Indonesia

Ditanya Tentang Hari Batik Nasional, Ini Dia Cara Dua Mahasiswi Asal Bangka Belitung Memperingatinya


Tigamatapena.com - Pemuda dan Budaya, adalah dua hal tak bisa dipisahkan dalam menghasilkan pembaharuan dan kemajuan generasi. Pemuda dengan segala potensi dalam dirinya akan mampu menghasilkan cara baru dan jitu untuk mempertahankan, bahkan mengembangkan identitas suatu budaya. Hal ini seperti apa yang telah dilakukan oleh dua orang mahasiswi asal Bangka Belitung, Nurhabibah dan Nova Mardiana. Mahasiswi dari Universitas Bangka Belitung dan STIKES Citra Delima Bangka Belitung ini berkesempatan membawa budaya yaitu batik Bangka Belitung ke kancah nasional.

Mereka memperkenalkan kearifan lokal bangka dalam kegiatan Jambore Pemuda Daerah yang dilaksanakan pada tanggal 26 September – 10 Oktober di Belitung, tepatnya Gusung Bugis Belitung. Acara yang diselenggarakan oleh Dispora Provinsi Bangka Belitung yang bekerjasama dengan PPMI (Purna Prakarya Muda Indonesia) menyeleksi pemuda yang berasal dari Kabupaten/Kota untuk memperkenalkan budaya daerah masing-masing. Dalam ajang tersebut kedua mahasiswi semester 7 dan 5 ini memperkenalkan batik tulis sebagai salah satu aset daerah Bangka Belitung.


Saat ditemui tim jurnalis tigamatapena.com Selasa (02/10/17) di Rumah Usaha Batik Tulis Pinang Sirih, Selindung Baru, Pangkalpinang, yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional, Keduanya mengaku bangga dapat memperkenalkan batik tulis Bangka Belitung dalam ajang tersebut. “Banggalah, kita sebagai pemuda asli daerah punya tanggung jawab yang besar untuk melestarikan budaya kita dan memperkenalkannya kepada dunia”, pungkas Nurhabibah di sela-sela wawancara. Mahasiswi jurusan Agribisnis Universitas Bangka Belitung ini bahkan menuturkan bahwa dirinya dapat langsung mewakili Bangka Belitung di ajang nasional pada November nanti tanpa seleksi di daerah karena berhasil membuat panitia takjub dengan keahliannya dalam membatik.


Nova Mardiana, gadis asal desa zed juga menuturkan bahwa generasi muda terutama putra dan putri daerah harus memiliki kesadaraan yang kuat untuk ikut andil dalam pelestarian budaya daerah. “Kita ini sebagai putra dan putri asli daerah jangan mau kalah dengan arus modernisasi yang semakin hari akan menggerus kearifan lokal dan budaya kita”, tambahnya. (asg)




TIGA MATA PENA dot com

Dikirim oleh Yulia
Tanggal 2017-10-04
Jam 12:47:58


Silahkan Ketik Keyword untuk mencari Artikel, Feature, atau berita yang diinginkan


Baca Berita Lainnya :


Baca Artikel :
 
 
       
   

Kembali ke Homepage Website Program Studi Agribisnis FPPB Universitas Bangka Belitung Homepage Agribisnis
Masuk Halaman Artikel Agribisnis
Masuk Halaman Berita Agribisnis